Free Wifi di Jogja

Terus terang Kartun Benny & Mice di Kompas Ahad (1/3/2009) lalu sangat menyindir saya. Bukan karena kritikan mampu membeli laptop mahal tapi nggak mampu mbiayain hotspot-nya, tapi lebih karena kegagapan menghadapi hotspot di Jakarta.

Ceritanya singkat, padat, menegangkan...

Di malam hari pertama pelaksanaan 18th Education Education and Training Expo 2009, saya memerlukan dengan sangat koneksi internet untuk beberapa keperluan pribadi (tapi menyangkut hajat hidup institusi). Posisi kami (saya beserta tim promo UII) saat itu ada di Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto. Karena kegiatan pameran telah usai, hotspot sebagai fasilitas di setiap stand (disediakan oleh Universitas Bina Nusantara) pun di-shut down. Padahal keperluan tersebut amat mendesak. Maka, setelah berkonsultasi dengan Pak Sahabuddin Shidiq dan Pak Arif Hidayat, saya pun memutuskan segera meluncur ke hotel tempat kami menginap (Gren Alia Cikini) yang berlokasi di dekat Taman Ismail Marzuki (TIM). Asumsi saya sederhana, karena di beberapa sudut hotel terdapat komputer bertuliskan 'Fasilitas Internet untuk Tamu" dan adanya sinyal hotspot dari kamar, meskipun belum connected karena tiadanya password, maka saya meyakinkan diri bahwa di hotel pastilah ada fasilitas wifi. Jikapun di-charge tidak mengapalah, yang penting selesai.

Setelah tanya sana-sini, petugas keamanan Balai Kartini, sampailah saya pada kesimpulan bahwa cara paling cepat dan tepat (terutama secara finansial) menuju ke hotel dari posisi kami saat itu adalah dengan OJEK (Itulah mengapa Mbak Cinta Laura mengeluh ketika hujan dan becek serta tak ada ojek). Maka setelah sebuah negosiasi yang agak lama, harga Rp 15.000,- pun saya sepakati dengan Abang Tukang Ojek yang terus menerus mengeluhkan tawaran saya sebagai terlalu rendah. Motor pun meluncur dengan kecepatan standar Ojek Jakarta, menyelinap dan menyalip dengan cepat di seluruh sisi jalan, sesuai celah yang ada. Eh saking cepetnya sampai saya sedikit kelupaan, sampai-sampai hotel kami kelewatan. Saya pun ikhlas untuk turun di tempat 'keblasok' yang saya kira jaraknya nggak sampai 100 meter dari hotel. Eh ternyata jarak yang harus saya tempuh untuk kembali ke hotel cukup jauh.

Nah sampai di hotel, dalam kondisi yang sudah capek karena seharian di lokasi pameran ditambah jalan sehat malam-malam, saya masih mendapat berita kurang menyenangkan karena ternyata ruang hotel yang kami sewa menginap, belum layak mendapat fasilitas hotspot (Hanya di suite atau apa gitu, yang ada fasilitasnya). Walah. Kalau mau online ada komputer, cuma hanya bisa buka email dan lain-lain alias nggak bisa untuk USB Flash Disk dan sejenisnya (disegel kayak di kampus). Atau mau keluar di perempatan .... apa gitu, lupa saya. Allahu Akbar. Berat juga...

Akhirnya perjuangan mencari koneksi berlanjut dengan menyeberang jalan menuju Es Teler 77 Jakarta, yang tepat berada di hotel kami. Di tempat tersebut, ternyata juga tidak ada fasilitas internet gratis. Untunglah dari Pak Satpam di kompleks tersebut, saya mendapat informasi tempat makan berhotspot di sekitar situ, tepatnya disamping Es Teler 77 tersebut, yaitu: Kafe Oh La La. Ya....Akhirnya online di cafe, deh. Tentu saja kafe di Jakarta beda dengan di Jogja, misal Nusantara. Di tempat ini, fasilitas wifi yang diberikan amat sangat tergantung dengan order yang kita lakukan, alias setiap kali order, baru pengguna mendapatkan id dan password hotspot, yang hanya berlaku satu jam. Artinya setelah satu jam order, maka harus order lagi kalau mau tetap connected. Kalau nggak, ya diputus ama system yang diterapkan pemilik modal di Ibukota ini.

Biaya ordernya cukup lumayan. Kalau di kedai Nusantara (Jalan Nologaten selatan Pondok Wahid Hasyim, tempat nonton EPL gratisan) sudah cukup buat makan Steak ama minum teh anget berdua, di Oh La La baru cukup untuk satu gelas minuman...

Ya... Inilah kegagapan saya. Apalagi, setelah sowan ke Mbah Google, saya mendapatkan informasi yang amat berharga tentang banyak tempat hotspot gratis di Jakarta. Beberapa diantaranya Office – Telkom (Graha Citra Caraka), Bakoel Koffie (Bellaggio, Mega Kuningan), dan BizNet Café (Mega Kuningan), yang sebenarnya amat dekat dengan lokasi pameran. Yah nasib. Setidaknya jadi pengalaman, bagi penulis dan pembaca postingan ini agar tidak menghabiskan terlalu banyak sumber daya untuk nge-hotspot di Jakarta.

Masih dari hasil sowan ke Mbah Google, di Jogja sendiri saat ini juga sudah banyak fasilitas hotspot, baik di Restoran dan cafe, maupun di Public Facilities (link). UII juga termasuk lho.

Tags:

  1. work and travel’s avatar

    adalah situs web ini availible di English?

Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *