Pelatihan Website Ponpes UII

Alhamdulillah hari ini (17/3/2012) dapat memenuhi permintaan adik-adik santri untuk memberikan pelatihan penulisan berita di website dan juga rilis ke media massa. Pondok pesantren UII, saat ini sudah memiliki santriwati, sehingga pelatihan ini dilaksanakan di Kampus Terpadu, tepatnya Rusunawa Putri. Selain karena tempatnya yang lebih representatif, nampaknya pertimbangan memudahkan santriwati juga dijadikan alasan panitia memilih penyelenggaraannya di lokasi tersebut. Selain santri putra dan putri, pelatihan juga diikuti dua mahasiswi Universiti Sains Islam Malaysia yang saat ini magang di Direktorat Perpustakaan dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UII.

Saya menyampaikan materi kedua pada kegiatan ini. Sedangkan Mas Pambudi, dari LPM Himmah UII, dan Mas Ipan, yang sudah terbiasa mengisi topik seputar marketing online, tampil sebagai pemateri sebelum dan setelah saya. Materi yang saya sampaikan secara garis besar merupakan pengalaman selama menjadi staf pada Divisi Humas UII, selama sekitar tiga tahun. Kepada para santri, saya menyampaikan bahwa berita di sebuah situs merupakan pernyataan resmi suatu lembaga, sehingga perlu dikelola sedemikian rupa karena berdampak pada pencitraan. Oleh karenanya, isi berita yang dibuat saya sarankan agar disusun dengan baik, sesuai fakta, bersikap positif, dan memiliki nilai berita yang menarik pembaca.

Pengalaman sebagai staf Humas UII yang cukup lama juga saya jadikan acuan, terutama berkaitan dengan pentingnya menyusun berita untuk masyarakat, namun tetap memperhatikan kalangan internal. Akurasi berita, terutama dikaitkan dengan data eksternal, juga saya tekankan karena situs sebuah institusi pada dasarnya juga menjadi perhatian masyarakat, bahkan pemerintah. Jika sampai salah menyampaikan informasi, atau menyampaikan secara benar namun menggunakan bahasa yang kurang baik, citra institusilah yang akan ternoda.

Sebagai bagian dari tim yang menyiapkan internasionalisasi situs universitas, saya juga mengajak para santri untuk berpartisipasi dalam penguatan situs universitas yang saat ini sudah menggunakan Bahasa Inggris. Tenaga santri nantinya akan sangat berguna dalam menyusun konten berbahasa Arab mengingat bahasa tersebut telah menjadi bahasa harian mereka. Di akhir paparan saya, sejumlah pertanyaan muncul, terutama terkait konsistensi dalam menyusun berita. Kepada penanya, saya sampaikan bahwa selain komitmen, kerja keras memang diperlukan agar penulis menjadi terbiasa sehingga akhirnya menulis berita, mempostingkan di situs, hingga mengirimkan ke media menjadi kebiasaan yang rutin dan terus meningkat.

Kepada panitia dan segenap peserta, saya ucapkan selamat atas diagendakannya pelatihan ini. Semoga bermanfaat.

Tags:

Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *