Kunjungan SMA Islam PB Soedirman Bekasi

Selasa (16/10) kemarin, Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menerima kunjungan dari siswa-siswi sekolah menengah atas. Kali ini sebanyak 15 orang siswa dan siswi SMA Islam Panglima Besar Soedirman Bekasi yang mengunjungi UII. Mereka didampingi empat orang guru pendamping diterima di Gedung Kuliah Umum Prof. dr. Sardjito, M.P.H., mulai pukul 13.00 WIB hingga menjelang pukul 15.00 WIB. Wakil Rektor III UII, Ir. H. Bachnas, M.Sc. berkesempatan menerima langsung para tamu tersebut dan memberikan sambutan. Wakil Rektor III dalam kesempatan ini didampingi  sejumlah staf Direktorat Pemasaran, Kerjasama, dan Alumni, serta Hubungan Masyarakat.

Dalam sambutannnya, Wakil Rektor III menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kunjungan SMA Islam PB Soedirman Bekasi yang menempuh jarak hingga ratusan kilometer ke UII. Selanjutnya, Wakil Rektor III menjelaskan gambaran umum UII sebagai perguruan tinggi nasional pertama di Indonesia. UII yang awalnya bernama Sekolah Tinggi Islam adalah perguruan tinggi pertama yang didirikan oleh bangsa Indonesia di masa perjuangan kemerdekaan. Sejumlah perguruan tinggi memang telah ada di masa itu, tetapi merupakan perguruan tinggi yang didirikan oleh pemerintah kolonial. Demikian antara lain penjelasan Wakil Rektor III terkait sejarah UII.

Wakil Rektor III juga memberikan banyak gambaran mengenai peluang beasiswa yang dapat didapatkan di UII, baik beasiswa internal maupun eksternal. Terkait beasiswa internal, Wakil Rektor III sangat menekankan kesempatan meraih beasiswa unggulan full study di UII yang dimasukkan dalam pola pondok pesantren dan saat ini telah menerima santriwan dan santriwati. Terkait beasiswa eksternal, Wakil Rektor III menyebutkan sejumlah kesempatan meraih beasiswa diantaranya melalui Beasiswa Bidik Misi yang saat ini UII juga menerima kepercayaan pemerintah untuk mengelolanya.

Sementara itu, Ketua Rombongan sekaligus Kepala Sekolah SMA Islam PB Soedirman Bekasi, Ir. H. Kusnaedi, M.M., menyampaikan ucapan terima kasihnya atas sambutan yang diberikan UII, yang menurutnya jarang diperoleh di tempat lain. Ketua Rombongan juga menyampaikan salam dari Ketua Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman yang tidak dapat menyertai rombongan. Para siswa yang mengikuti kegiatan ini, menurutnya adalah siswa cerdas istimewa yang mengikuti kelas akselerasi. Selain kunjungan ke Yogyakarta, mereka sebelumnya juga telah dibawa berkunjung ke sejumlah perguruan tinggi di Malaysia sebagai persiapan untuk memilih pendidikan tinggi selesainya menempuh pendidikan menengah atas.

Usai penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tukar menukar cindera mata antara Wakil Rektor III dan Ketua Rombongan. Saya kemudian mendapatkan kesempatan memberikan pemaparan terkait profil UII termasuk program studi yang ada di UII. Paparan berlangsung sekitar 30 menit disertai tanya jawab dan pembagian beberapa mug UII sebagai door prize. Sebagaimana sudah saya duga, kepopuleran Prof. Abdul Kahar Muzakkir dibandingkan dengan para tokoh pendiri UII lainnya memang kurang. Hal ini terlihat dari kesalahan para siswa maupun guru dalam mengidentifikasi foto beliau diantara para pendiri lainnya. Dalam kesempatan ini, saya juga memberikan porsi cukup besar untuk informasi mengenai cara masuk UII dan juga untuk program beasiswa unggulan di Pondok Pesantren UII.

Pada sesi tanya jawab, sejumlah pertanyaan muncul terkait akses pendaftaran dan ujian UII yang sampai saat ini belum masuk ke wilayah Jabodetabek. Kami pun memberikan beberapa penjelasan bahwa Computer Based Test (CBT) yaitu model tes menggunakan komputer sampai saat ini baru dibuka di sekolah di propinsi Banten. Hal ini mengingat beberapa alasan teknis dan juga kecenderungan mahasiswa UII asal Jabodetabek. pada saat yang sama, Ketua Rombongan SMA Islam PB Soedirman Bekasi dengan antusias menyatakan ketertarikan dan kesiapannya menjadi mitra bagi UII jika nantinya akan membuka CBT di Bekasi.

Selesai pemaparan dan tanya jawab, rombongan didampingi Staf Hubungan Masyarakat kemudian mengunjungi Candi Kimpulan di Kompleks Perpustakaan UII. Para siswa dan guru pun mengabadikan diri di candi yang menjadi salah satu keunikan UII ini.

Tags: ,

Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *